Belu, Kalam Batu – Masih teringat jelas dalam benak umat KATOLIK di Seluruh Indonesia tentang sebuah ancaman penikaman Pastor Paroki Sta. Maria Fatima Nurobo, Keuskupan Atambua, Pater Gabriel Yosef Nammaolla Bahan, CMF pada tanggal 29 Januari 2020 lalu.

Kejadiannya saat itu di Dusun Aukulik A, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. Saat itu, Pastor Paroki yang lebih akrab disapa Pater Gab itu sedang mengisi bensin di tepi jalan. Dirinya melihat Pelakunya atas nama Jonatus Fahik sedang memukul dua orang penjual ikan keliling yang melintas di jalan tersebut. Pater Gab saat itu berusaha menegur. Namun sayang, tegurannya malah direspon dengan tidak elok. Bahkan pelaku yang akrab disapa Tus Moruk itu malah balik menyerang Pater Gab dengan sebilah pisau. Untungnya Pater Gab dapat menghindar dan mampu dileraikan oleh umat yang berada di lokasi kejadian.

Usai kejadian tersebut, Pater Gab pun melaporkan ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian saat itu tak mampu menangkap Tus Moruk yang setelah kejadian itu langsung melarikan diri. Saat umat Tahu kejadian tersebut, lantas umat pun marah dan membakar rumah beserta seluruh isinya.

Satu minggu kemudian, Tus Moruk pun menyerahkan diri ke Polres Belu. Akibat perbuatannya, Tus pun harus mendekam di jeruji besi selama lima tahun.

Kejadian itu telah berlalu setahun yang lalu. Tus telah mendekam di balik jeruji. Namun, kisahnya tak berhenti di situ. Tus yang terkenal kejam dan jauh dari gereja dan Tuhan kini telah berubah.

Hari-harinya di dalam penjara selalu dilalui dengan tekun membaca Kitab Suci. Tak hanya itu, dia selalu berdoa dan rajin mengikuti perayaan Ekaristi setiap hari minggu di Lapas Atambua.

Ketika ditemui salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Belu, Aprianus Hale di Lapas Atambua, Tus menceritakan bahwa hari-harinya selalu dilalui dengan doa dan membaca Kitab Suci.

Dia bahkan berjanji kepada Aprianus Hale untuk tidak melakukan kejahatan lagi saat dirinya bebas nanti. Tak lupa dia meminta Aprianus Hale untuk terus mendoakannya.

Tus bercerita bahwa saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Atambua, Pater Gabriel saat itu menumpangkan tangan dan mendoakan dia. Dia berjanji kepada Pater Gabriel bahwa apabila dia bebas nanti, dia akan bertobat dan tidak lagi melakukan kejahatan.

Dia pun meminta maaf kepada Pater Gab beserta seluruh umat Kristiani di Seluruh Dunia melalui surat permohonan maaf yang ditulis tangan.

Surat permohonan Maaf Tus Kepada Pater Gabriel yang ditulis tangan

Berikut kutipan langsung surat permohonan maaf itu:

TUS MORUK

KPD YANG TERHORMAT

BAPAK PATER GAP, DI PAROKI NUROBO!!!!!

YANG SAYA KASIHIN DI DALAM TUHAN, KITA YESUS, KRISTUS.

BAPAK PATER SEBELUMNYA SAYA DAN ISTRI DAN ANAK 2x SAYA, DAN SAYA ATAS NAMA KELUARGA BESAR DENGAN HATI YANG TULUS MAU MINTA MAAF, UNTUK SEMUA KESALAHAN SAYA, YANG TELAH SAYA MELANGGAR TERHADAP BAPAK PATER GAP. BAPAK PATER KUSUS DIRI SAYA, SAYA SANGAT MINTA MAAF DAN MOHON MAAF UNTUK BAPAK PATER. DAN JUGA SAYA MINTA MAAF UNTUK BAPAK BENDAHARA PAROKI DAN SEMUA PENGURUS GEREJA DAN THS-THM, DAN PEMUDA KATOLIK SERTA SEMUA UMAT KATOLIK DI SELURUH DUNIA!! DENGAN SURAT INI SAYA MINTA MAAF, UNTUK SEMUA UMAT KRISTIANI AGAR BISA TRIMA DAN BISA MEMAAFKAN SAYA. DAN SAYA MINTA AGAR KITA BISA MEMAAFKAN SATU SAMA YANG LAIN. DAN APA YANG BERLAKU BIARLAH BERLALU. DAN UNTUK SAYA SELALU BERSYUKUR KEPADA TUHAN, KITA YESUS, KRISTUS, KARENA SAYA SADAR BAHWA TUHAN, PUNYA RENCANA UTK SAYA KEMBALI KE JALAN YANG BENAR. KARENA SETELAH SAYA DI PENJARA, BARU SAYA SADAR DAN MENGERTI TENTANG FIRMAN TUHAN DAN JALAN KEBENARANNYA DAN SAYA DI DALAM PENJARA, SAYA BISA ANTAR PERSEMBAHAN DAN SAYA BISA JADI AJUDAN BAPAK PASTOR. DAN SAYA BISA BACA ALKITAB. SAYA BACA DI ULANGAN BAB:30 AYAT-1-10. DAN KISAH PARA RASUL BAB:9 AYAT-1-19.

TUS JONATUS FAHIK

Sebuah jalan pertobatan dilalui bukan tanpa Salib. Walau kini Tus telah rajin berdoa namun istri dan anak-anaknya di luar sana mengalami kesulitan hebat. Rumah mereka telah terbakar habis. Istri dan anak-anaknya kini hidup bersama orang lain tanpa diurus dengan baik.

Harta benda yang pernah mereka miliki telah habis dibakar akibat kemarahan umat. Kini istri dan anak-anaknya mengalami banyak sekali kesulitan. Mulai dari makanan, pakaian, bahkan dalam hidup sosial pun mereka selalu dijauhi oleh orang lain.

Sedihnya, kini anaknya yang pertama telah beranjak 7 tahun. Sang ibu telah berusaha mendaftarkan anaknya ke sekolah namun selalu ditolak. Alasannya tak memiliki Surat Permandian sebagai salah satu syarat untuk masuk sekolah. Tak ada tempat untuk Istrinya mengadu selain kepada dirinya.

Surat permohonan Maaf Tus Kepada Pater Gabriel yang ditulis tangan

Tus tak dapat berbuat banyak. Dia percaya Tuhan selalu punya rencana indah untuk hidupnya bersama istri dan anak-anaknya. Karena itu, dia kembali menulis sebuah surat kepada Pater Gab agar dirinya bersama istri dan anak-anaknya dipermandikan ulang. Dalam surat itu juga, dia bercerita tentang kesulitan anaknya untuk mendaftar sebagai peserta didik yang baru. Berikut isi surat tersebut:

KEPADA

YANG TERHORMAT BAPAK PATER GAP

YANG SAYA KASIHI DALAM TUHAN KITA YESUS KRISTUS. BAPAK PATER SAYA MINTA TOLONG BANTU PERMANDIAN ULANG SAYA DAN ISTRI SAYA DAN ANAK-ANAK SAYA. KARNA BARU-BARU RUMAH TERBAKAR KAMI PUNYA APA-APA DI RUMAH TIDAK ADA YANG TERSISA. DAN SEKARANG ANAK SAYA YANG PERTAMA MAU SEKOLAH ORANG TIDAK MAU TERIMA ANAK. JADI SAYA MOHON BAPAK PATER TOLONG DEMI MASA DEPAN ANAK-ANAK SAYA. BAPAK PATER TOLONG PERMANDIAN ULANG KAMI. AGAR ANAK 2x BISA MASUK SEKOLAH. BAPAK PATER TOLONG AMPUNYI LAH SEMUA KESALAHAN SAYA. BAPAK PATER SAYA SUNGGUH MENYESAL DAN SAYA BERJANJI SETELAH SAYA BEBAS DARI PENJARA, SAYA AKAN KE PAROKI DAN MINTA MAAF UNTUK BAPAK PATER DAN SEMUA UMAT DI NUROBO. BPK PATER SAYA MINTA TOLONG PERMANDIKAN KAMI SUPAYA ANAK-ANAK SAYA BISA DAFTAR UNTUK SEKOLAH. SOALNYA SAYA MASILAMA DI PENJARA. BAPAK PATER BARU-BARU INI ANAK SAYA MU SEKOLAH TAPI GURU DONG MINTA SURAT PERMANDIAN. TAPI KAMI 5.ORANG TIDAK PUNYA SURAT PERMANDIAN. DAN SEKARANG ISTRI DAN ANAK-ANAK SAYA TINGGAL DENGAN ORANG. DAN TIDAK ADA YANG URUS. MAKA SAYA MINTA BAPAK PATER TOLONG BANTU SAYA. BAPAK PATER SELAMA INI SAYA MAU OMONG DENGAN BAPAK PATER TAPI SAYA TIDAK DAPAT BAPAK PATER PUNYA NOMOR HP. BAPAK PATER SEKIAN DAN TUHAN. MEMBERKATI KITA SEMUA AMIN.

TUS JONATUS FAHIK

Setiap malam dia selalu berdoa semoga Tuhan membuka jalan agar anaknya dapat sekolah.

“Tuhan pasti kirim orang untuk bantu supaya saya pun anak bisa sekolah. Saya percaya Tuhan pasti akan kasih kami jalan keluar, “ tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Tus berjanji, bila bebas nanti, semua uang sekolah anaknya, akan dia lunasi. Saat ini yang terpenting baginya adalah anaknya dapat mengenyam pendidikan hingga kelak nanti dia bisa lebih baik dari ayahnya.

“Saya mau dia sekolah supaya dia tidak sama seperti saya nanti, “ tutupnya. (Richi Anyan)

One thought on “Surat Pertobatan dari Balik Jeruji”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *