Belu, Kalam Batu – Seorang Pemuda di Belu berinisial IA (20) mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di RT 008, RW 003, Haliuulun, Kelurahan Fatubanao, Kecamatan Kota, Kabupaten Belu pada, Rabu (29/12/2021). Diduga, IA mengakhiri hidupnya usai video call (VC) dengan kekasihnya (JS) yang sedang melanjutkan pendidikan di Kupang.

Menurut pengakuan Rudi, salah seorang kerabat korban, JS sempat memintanya untuk pergi melihat IA karena semalam, saat VC dengan JS, IA ancam akan gantung diri.

“Pi lihat IA dulu, tadi malam kami VC, dia ancam mau gantung diri,” ungkap Rudi mengulang apa yang disampaikan JS kepadanya. Karena tak percaya, Rudi tak pergi melihat IA di rumahnya.

Kira-kira sekitar 10.00 Wita, IA belum juga bangun dari tidurnya. Kamarnya pun masih terkunci dari dalam. Adiknya yang masih kecil berinisial D (8) coba pergi mengetuk pintu kamar IA. Namun karena tidak dibuka, D coba melihat keberadaan kakanya dari cela pintu kamar. Betapa kagetnya dia saat melihat sang kaka yang sudah kaku tergantung di kamar tidurnya.

Karena takut, D pun segera berlari menuju ayahnya yang sedang menimba air di sumur yang tak jauh dari rumahnya, tepatnya berada di belakang kompleks SDI Haliulun. Sesampai di sana, D langsung memberitahukan kepada ayahnya, tapi ayahnya tak percaya dan malah memarahi D.

Untuk memastikan informasi itu, ayahnya menyuruh anaknya yang lain, DA untuk pergi membangunkan IA. Setelah diketuk tapi tidak dibuka, DA pun coba mengintip dari atas cela pintu. Betapa kagetnya dia saat melihat IA telah laku dengan posisi tergantung.

DA pun langsung berlari dan berteriak memanggil ayahnya sembari memberitahukan bahwa kakaknya telah meninggal akibat gantung diri.

Karena teriakan itu, masyarakat pun langsung berdatangan. Mereka pun langsung mendobrak pintu kamar IA. Mereka mendapati posisi HP disandar pada sebuah speaker kecil dengan posisi menghadap ke arah IA yang sedang tergantung.

Karena kejadian itu, Masyarakat pun segera melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib. Sampai berita ini diturunkan, Jenazah korban masih berada di RSUD Atambua. (Richi Anyan)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *