Belu, Kalam Batu – Keterpaduan dan sinergitas adalah kunci berjalannya sebuah pemerintahan. Hal ini diungkapkan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM di hari terakhir pelaksanaan Inovasi Daerah Penyuluhan Hukum Terpadu bagi perangkat Desa yang dilaksanakan di Kantor Camat Lasiolat, Jumat (17/12/2021).

“Kalau mau kita maju, kita harus bersatu supaya kelemahan disana-sini bisa kita saling menutupi,” ungkap Bupati Belu.

Lanjut Bupati Belu,  salah satu sinergitas yang dibangun adalah dengan tokoh agama dimana memiliki subyek yang sama yaitu masyarakat atau umat.

“Artinya yang punya rakyat adalah pemerintah, yang punya umat, itu Bapak Uskup, Pastor, Pendeta, Ustad dan Ulama dan membangun umat ini bersama-sama, akhlaknya dibangun, fisiknya dibangun kesehatannya dibangun, moralnya kita bangun, kesadaran hukum dan sebagainya kita bangun bersama menuju manusia seutuhnya,” terang dr. Agus Taolin.

Terkait hukum, Bupati Belu menyampaikan bahwa Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang demokratis, Pemerintah yang menghargai atau yang patuh pada hukum.

“Coba bayangkan, kalau orang tidak taat hukum, tidak ikut aturan, pasti akan kacau karena tidak ada hukum yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Agustinus Taolin menyampaikan bahwa sejak dulu kala masyarakat kita adalah masyarakat adat yang diatur berdasarkan hukum adat dan juga ada hukum positif lainnya.

Bupati Belu menyampaikan bahwa sasaran dari Penyuluhan Hukum Terpadu untuk aparatur desa karena untuk menyelamatkan para aparatur desa dari perbuatan yang melanggar hukum. Lewat kegiatan ini, peserta akan dibekali materi oleh narasumber terkait pemahaman hukum sehingga satu pemahaman terhadap hukum.

“Saya harapkan di Kabupaten Belu ini dengan pemahaman hukum yang baik, orang menjadi paham, mendengarkan, mengerti, dan menjalankan dalam kehidupan sehari-hari tentang hukum itu sendiri,” imbuhnya.

Bupati Belu dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih kepada para narasumber yang bersedia memberi pembekalan dan pemahaman terkait hukum sampai dengan hari yang terakhir ini.

“Saya atas nama pemerintah menyampaikan terimakasih kepada narasumber yang dalam kesibukannya meluangkan waktu, bukan hari ini saja tetapi dari hari sebelumnya sudah mendampingi kita dalam sosialisasi hukum bagi aparat desa dan jangan lupa usai dari sini disosialisasikan kepada yang lainnya,” tandas Bupati Belu.

Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, Bupati Belu terus mengingatkan masyarakat untuk taat protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan 5M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan di air mengalir, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, serta Membatasi Mobilitas.

Terkait Vaksinasi sendiri, Dalam kesempatan tersebut Bupati Belu menyampaikan bahwa hingga saat ini paling tidak terdapat 70% masyarakat Belu sudah terlindungi dengan melakukan vaksin dosis 1 sedangkan untuk dosis ke 2 kurang lebih 45%.

Untuk diketahui, pada hari terakhir Penyuluhan Hukum Terpadu ini melibatkan narasumber yaitu Yang Mulia Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr dengan materi Gerakan Peduli Lindungi Hak Sipil Masyarakat, Ketua Bapenperda DPRD Kab. Belu dengan materi Politik dan Hukum, Kajari Belu dengan materi Jaksa Jaga Desa, serta mewakili Kapolres Belu Kasat Binmas Polres Belu dengan materi Kampung Tangguh. Usai menyampaikan materi dilanjutkan dengan diskusi.

Pantauan Media, setibanya dilokasi, Bupati Belu bersama Yang Mulia Uskup Keuskupan Atambua, Ketua Bapenperda DPRD Belu, Kajari Belu, Kasat Binmas Polres Belu dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu disambut dengan tarian likurai, sapaan adat hasehawaka dan pengalungan Tais Belu. Selanjutnya, dilakukan penyerahan bantuan buku dan alat tulis bagi siswa-siswi SMAS Mgr. Gabriel Manek Lahurus. (Richi Anyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *