Share:

Kupang, Kalam Batu – Demi menjawab keluhan masyarakat terkait pengadaan alat Layanan Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) di Kabupaten Belu, Bupati dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM bergerak cepat dengan membuat MoU dengan kementerian Perhubungan melalui Balai Transportasi Darat Wilayah XIII Provinsi NTT. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di Aula Kantor Rapat Bupati Kupang, Senin (22/6/2021).

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan bersama Bupati TTU, Bupati Kupang, dan Wakil Bupati Malaka. Hadir pula Direktur Sarana Transportasi Jalan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Kadis Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka, S.T., M.M. Hadir pula Plt. Asisten I Belu Johanes Andes Prihatin dan Plt. Kadis Perhubungan Belu Siktus Parera.

Penandatanganan tersebut sekaligus dilakukan lauching Mobil Uji Keliling yang akan dipakai oleh Kabupaten Kupang, Belu, Malaka, dan TTU.

Dijadwalkan, usai dilakukan MoU dan launching ini, Alat KIR akan digunakan terlebih dahulu oleh Kabupaten Kupang selama 45 hari. Setelah Kabupaten Kupang, barulah Kabupaten Belu mendapat Jadwal penggunaan alat KIR. Diperkirakan, para pemilik kendaraan dapat menggunakan alat KIR pada bulan Agustus 2021 nanti.

Bupati Belu mencoba langsung penggunaan alat KIR di Pangan Depan Kantor Bupati Kupang, Senin (22/6/2021)

Alat uji kendaraan yang dipasang dan akan digunakan yaitu emisi gas buang solar dan bensin, axle play detektor, hadlight tester, side slip, alat uji rem utama dan rem parkir, alat pengukur berat timbangan, speedometer tester, sound level meter, pint tester, alat pengukur kedalaman ban, alat ukur tekanan ban, generator set, dan kompresor.

Usai penandatanganan MoU, Direktur Sarana Transportasi Jalan bersama para bupati menuju ke Lapangan depan Kantor Bupati Kupang untuk melihat langsung Mobil Uji Keliling. Di sana, mereka dijelaskan terkait dengan teknis pengoperasian mobil tersebut.

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM., mengungkapkan komitnya untuk menganggarkan pengadaan alat KIR pada APBD Murni 2022 nanti. Dengan demikian, Kabupaten Belu akan memfungsikan alat KIR milik Pemda Belu pada tahun 2023 nanti.

“Kita akan segera buat pengadaan alat KIR sendiri. Kita akan anggarkan pada APBD murni tahun 2022 nanti. Dengan demikian, kita sudah bisa menggunakan alat tersebut pada tahun 2023 nanti. Selama ini, masyarakat Kabupaten Belu kalau mau gunakan KIR, maka kita harus ke Kabupaten TTS. Itu artinya, kita hanya menambah APBD daerah lain. Bagusnya kita memiliki sendiri alat ini. Selain membantu mempermudah para pemilik kendaraan, juga bisa menambah pendapatan daerah kita,” ungkapnya.

PLT Kadis Perhubungan Kabupaten Belu Siktus Parera pun mengungkapkan bahwa banyaknya jumlah kendaraan dengan berbagai tipe yang beroperasi di wilayah Kabupaten Belu mencapai 3.250 (tiga ribu dua ratus lima puluh) unit, tentu akan menjadi salah satu potensi besar demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini belum dikelola secara baik.

“Kita berharap dengan adanya alat KIR di Kabupaten Belum selama kurang lebih 45 hari nanti, semua pemilik kendaraan dapat segera mengurus Surat KIR. Selain menghemat anggaran untuk mengurus di Kabupaten lain, juga dapat menambah PAD Kabupaten Belu,“ ungkapnya. (Richi Anyan)


Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *