Belu, Kalam Batu – Sebagian besar Masyarakat Belu di Kecamatan Raimanuk bermata pencaharian sebagai petani. Hasil pertanian dari kecamatan ini sangat membantu pemenuhan kebutuhan sayuran di Kabupaten Belu.

Akan tetapi, dalam bertani, banyak masalah yang dialami oleh para petani. Salah satunya adalah masalah air. Minimnya sumber air membuat masyarakat petani sangat membutuhkan pompa air untuk dapat mengairi ladangnya. Berbagai upaya pun terus dilakukan baik melalui proposal yang diayangkan ke dinas teknis maupun menyampaikan aspirasinya kepada para anggota dewan yang melakukan reses.

Tepatnya, pada Bulan Oktober 2019 silam, mereka menyampaikan keluhannya kepada salah seorang Anggota DPRD Belu, Aprianus Hale. Saat itu ada enam kelompok tani yang mengeluhkan soal kesulitan mengairi daerah pertaniannya.

Atas keluhan tersebut, Anggota Fraksi Nasdem itu menundaklanjuti aspirasi yang disampaikan enam kelompok tani dengan membuat proposal kepada Dinas Pertanian Provinsi NTT melalui Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT, Kamirus Kolo.

Menanggapi keluhan itu, Ketua Komisi III yang bermitra dengan Dinas Pertanian pun meminta Anggaran Bantuan Aspirasi kepada enam kelompok tani di Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

Akan tetapi, anggaran Tahun 2020 diplot dengan jumlah yang terbatas pada bantuan aspirasi. Karena itu, Dinas Pertanian Provinsi NTT hanya bisa memberikan jawaban kepada dua kelompok tani. Kedua kelompok tani yang mendapatkan bantuan tersebut adalah Kelompok Tunas Harapan dari Desa Leuntolu dan Kelompok Kenu Bersatu dari Desa Rafae.

Realisasi penerimaan bantuan pun baru dilaksanakan pada, Senin (1/3/2021). Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Anggota DPRD Belu, Aprianus Hale kepada kelompok tani. Penyerahan itu pun disaksikan Kepala Dinas Pertanian Belu.

Usai penyerahan itu, Aprianus Hale menuturkan bahwa semangat bertani masyarakat yang berada di Kecamatan Raimanuk, Khususnya Desa Leuntolu dan Desa Rafae sangat tinggi. Hasil pertaniannya pun sangat membantu  membantu kebutuhan makanan masyarakat Kabupaten Belu.

Akan tetapi, di musim kemarau yang  panjang, hasil pertanian masyarakat setempat mengalami penurunan. “di Musim Panas, masyarakat yang berada di Desa Leuntolu dan Desa Rafae sering mengalami gagal panen. Itu karena debit air yang berkurang drastis. Karena itu, tidak heran bila mesin pompa air menjadi kebutuhan utama yang dibutuhkan para petani di dua desa itu”. Demikian ungkap Ketua Petani Nasdem Kabupaten Belu itu.

Melihat keseragaman kebutuhan para petani yang belum bisa diselesaikan oleh Pemerintah, April Hale mengungkapkan bahwa dirinya akan terus berusaha untuk menyampaikan aspirasi para petani kepada Penda, Pemprov dan Pempus. Tujuannya agar dapat meningkatkan hasil pertanian masyarakat setempat.

“Saya dipilih untuk bantu menyelesaikan masalah yang dialami rakyat. Karena itu, bagi saya adalah sebuah kehormatan bila ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat petani, apalagi aspirasi itu bisa terjawab melalui perjuangan saya,“ tutupnya. (Richi Anyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *