Belu, Kalam Batu – Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin memerintahkan agar seluruh instansi yang ada di Pemerintah Kabupaten Belu untuk mengibarkan Bendera Setengah Tiang pada, Rabu (22/12/2021).

Pengibaran bendera setengah tiang itu sebagai tanda belasungkawa Pemerintah Kabupaten Belu atas kepergian salah satu putra terbaik Provinsi NTT, Frans Lebu Raya yang dipanggil Sang Khalik pada Minggu (19/12/2021) di Rumah Sakit Sanglah Denpasar-Bali.

Jenazah Gubernur NTT dua Periode itu kemudian diterbangkan dan tiba di Bandara El Tari Kupang pada Senin (20/12/2021) sekitar pukul 13.10 Wita. Setelah dilepas secara kedinasan oleh Gubernur NTT, Victor Lais Kodat di Kantor Gubernur NTT, jenazah pria kelahiran 18 Mei 1960 itu dibaringkan di rumah duka di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo.

 

Jenazah mantan Wakil Gubernur 2003-2008 itu kemudian dipulangkan ke Desa Watoone, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur pada Selasa (21/12/2021) untuk disemayamkan.

Rencananya, Jenazah Mantan Gubernur NTT itu akan dikebumikan pada, Rabu (22/12/2021).

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin mengungkapkan duka cita yang mendalam atas kepergian salah satu putra terbaik NTT itu.

“Banyak hal yang susah dibuat bagi provinsi NTT. Hampir separuh hidupnya, dia dedikasikan bagi NTT. Dia salah satu putra terbaik yang pernah kita punya dalam sejarah berperintahan,” tuturnya.

Bupati Belu yang juga merupakan Dokter ahli penyakit dalam itu mengungkapkan bahwa Wakil Bupati Belu bersama Sekda Belu mewakili seluruh masyarakat Belu telah melayat ke rumah duka di Kayu Putih.

Sebagai ungkapan belasungkawa, Pemda Belu akan mengibarkan bendera setengah tiang pada, Rabu (22/12/2021).

“Kita mungkin tidak bisa hadir. Tapi di hari pemakamannya, Pemda Belu akan kibarkan bendera setengah tiang,” tutur Bupati Belu.

 

Frans Lebu Raya diketahui sebagai tokoh dan senior partai PDI Perjuangan. Beberapa kiprahnya di PDI Perjuangan NTT yaitu Wakil Ketua DPC PDI Kotamadya Kupang Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi (1994-1995) , Sekretaris Tim Pelaksana DPD PDI Pro-Mega Provinsi NTT (1995-1998).

Tahun 1998-2000, Frans menjabat Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT dan pada 2000-2019 terpilih menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan NTT.

Selain di partai, Frans juga memiliki karir politik yang cemerlang yaitu sebagai Anggota DPRD Provinsi NTT Periode 1999-2004 dan menjabat Wakil Ketua DPRD NTT.

Sebelum menjadi Gubernur NTT selama dua periode yaitu 2008-2003 dan 2013-2018, ia menjadi Wakil Gubernur NTT Periode 2003-2008, berpasangan dengan Pieter Alexander Tallo yang terpilih melalui sidang DPRD NTT tahun 2003. (Richi Anyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *