Share:

Kalam Batu – Udara dingin pagi itu menusuk masuk hingga ke dalam sum-sum tulangnya, tapi Nasya kecil tak menghiraukan semuanya itu. Ia dengan cermat mengikuti pelajaran yang diberikan oleh Guru kelasnya.

Sontak Konsentrasinya buyar. Tubuh mungil itu menjadi kaku, panas berkeringat dengan datangnya sebuah kabar yang diberitahukan oleh gurunya, “Nasya, kamu lolos Seleksi Tingkat Nasional”. Ucap guru pendampingnya sembari langsung memeluk Nasya kecil disertai tepuk tangan meriah dari teman-teman kelasnya.

Tak sadar, air matanya pun mengalir membasahi pipinya. Dia senang, tapi tak menyangka kalau dirinya menjadi yang terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Memang, pada tanggal 2 Agustus 2022 silam, Pemilik nama Laurensia Nasya Sonycha Aso itu mengikuti lomba menyanyi tingkat Kabupaten Belu yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas). Namun saat itu, Nasya yang mewakili sekolahnya, SDK Lafaekfera hanya meraih Juara II pada Lomba Menyanyi Tunggal.

Usai lolos, Nasya bersama Guru Pendampingnya Ibu Merry Parera harus berusaha keras menyiapkan Video dengan lagu yang sudah ditentukan panitia untuk dikirim mengikuti penyisihan tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saat itu, Ibu Merry bersama Nasya sempat pesimis. Pasalnya, dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, video yang diambil menggunakan HP Android harus segera dikirimkan.

“Saya dengan Pak Yance hanya pasrah. Tuhan Sudah memberikan Bakat yang luar biasa pada Nasya. Kami sudah berusaha dengan keterbatasan yang kami punya. Kalau memang Tuhan berkehendak, maka akan ada cerita lain,” ujar ibu Merry mengenang sulitnya mengambil Video karena keterbatasan yang mereka miliki.

Penyisihan Via Daring Tingkat Provinsi NTT pun akhirnya digelar pada tanggal 5 Agustus 2022. Tak ada dari mereka yang tahu hasilnya.

“Nasya punya bakat. Dia punya kemampuan. Kami percaya, juri adalah orang yang hebat di bidangnya. Kalau penentuan juara dilihat dari kualitas pengambilan gambar, maka pasti kami kalah. Tapi, kalau penentuan juara dilihat dari potensi dalam diri anak, maka kami punya kemungkinan. Kami yakin, kemungkinan itu pasti ada,” ungkap Ibu Merry.

Nasya Cilik, pemilik suara emas dari pinggir negeri

Tanggal 16 Agustus 2022 menjadi hari yang sangat mendebarkan bagi Ibu Merry dan Pak Yance. Hari itu adalah hari di mana Panitia Penyelenggara Festival dan Lomba Seni Siswa nasional (FLS2N) mengumumkan hasil lomba sesuai dengan keputusan Kepala Balai Pengembangan Talenta Indonesia,  Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan, Teknologi, Asep Sukmayadi pada tanggal 15 Agustus 2022.

“Ping… “ Bunyi suara HP tanda ada sebuah pesan masuk. Ibu Merry membukanya dengan seksama. Jemarinya mulai perlahan bergerak ke arah atas HP androidnya. Mulut komat-kamit tak jelas membaca satu persatu nama pada lampiran Surat Keputusan bernomor 0422/J7.1/PN.01/2022.

Jemarinya pun terhenti saat membaca nama yang tertera pada nomor 47, Cabang Lomba: Menyanyi Tunggal. “Laurensia  Nasya Sonycha Aso, SDK Lafaekfera, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timurrrrr,” teriak Ibu Merry saat membaca nama itu. Tak sadar, air matanya pun  menetes di pipinya.

Dengan langkah cepat setengah berlari, Ibu Merry berjalan menuju ruang kelas VI. Ibu Merry pun meminta ijin pada Guru mata pelajaran yang saat itu sedang mengajari Nasya.

“Anak-anak mari kita semua tepuk tangan buat Nasya yang lolos Tingkat Nasional Lomba Menyanyi Tunggal mewakili SDK Lafaekfera, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur”. Ucap Ibu Merry disertai tepuk tangan dan teriakan dari siswa Siswi di dalam kelas. Ibu Merry pun langsung berjalan menuju Nasya dan langsung memeluk tubuh mungil itu.

Baca Juga : Wujudkan Mimpi Belu Berbunga, Ketua TP PKK Belu Resmikan Taman Simpang Lima Atambua

Nasya saat itu hanya terdiam dan menangis dalam pelukan Ibu Merry. Dia masih belum percaya dengan semuanya itu.

“Nasya kaget, senang, dan tidak percaya. Nasya hanya bisa menangis,” ungkap Nasya saat ditemui, Kamis (18/8/2022).

Baca Juga : 

Pertama di NTT, Pemkab Belu Lakukan Pencairan Dana Secara Online

Pemda Belu Kasih Kado HUT RI Ke-77 Bagi Seluruh ASN Belu

Lagu Indonesia Raya Ternyata Sudah Dua Kali Diubah

Usai sekolah, anak dari pasangan Albertus Lako dan Hildegardis Tue itu pun segera memberitahukan kabar gembira itu kepada kedua orang tuanya. Sang Ibunda hanya mampu menangis memeluk anaknya saat mendengar kabar itu. Sang Ayah hanya terpaku melihat bakat dan prestasi yang dimiliki anaknya itu.

“Saya senang karena saat itu bapak juga pas ada libur, jadi bapa ada di rumah,” ungkap Nasya yang merupakan anak seorang Buruh Kasar Tambang Batu Bara di Kalimantan.

Nasya memang memiliki bakat alami yang dianugerahkan oleh Yang Kuasa. Tak ada lomba yang diikuti sebelumnya. Dia hanya suka menyanyikan lagu anak-anak buat Sang adik tercinta. Namun, bakat terpendamnya itu mampu dilirik oleh sang guru pendamping.

“Nasya biasa nyanyi buat adik karena dia suka lagu anak-anak,” ungkap anak yang baru berusia 11 tahun itu.

Lepas dari semua usaha yang sudah Nasya lakukan, kini tantangan baru dimulai. Beberapa kriteria pun dibuat. Mulai dari lagu baru yang sudah ditentukan oleh panitia, desain baju, hingga pengambilan video yang lebih profesional pun menjadi tuntutan, bila ingin keluar sebagai pemenang dalam lomba ini.

Baca Juga : Bupati Belu Jadi Dokter di Dua Puskesmas

“Nasya mau ada baju dari kain adat supaya bisa pakai nyanyi untuk lomba ini. Kalau ada baju saja, Nasya sudah senang,” ungkap Nasya sembari tertunduk.

Nasya sangat berharap ada pihak yang membantunya. Urusan juara, kuncinya adalah usaha dan keberanian.

“Kalau Nasya berani, pasti bisa! Kalau kalah pun tidak apa-apa, intinya Nasya sudah berusaha,” tutupnya. (Richi Anyan)


Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *