Belu, Kalam Batu – Beberapa tenaga Kesehatan (Nakes) Sukarela terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk melamar sebagai Tenaga Kontrak (Teko) Daerah Kabupaten Belu lantaran beredar isu penerimaan Teko hanya diperuntukkan bagi yang lama atau hanya untuk perpanjangan kontrak.

Pembukaan lamaran Teko ini berdasarkan surat edaran nomor: BKPSDMD.870/1115/XII/2021 perihal Perekrutan Tenaga Kontrak. Dalam surat tersebut dikatakan Pemerintah Kabupaten Belu akan melakukan perekrutan Tenaga Kontrak tahap pertama untuk Tahun Anggaran 2022.

“Kami datang ke BKPSDMD, mereka suruh kami bawa lamaran ke Dinas Kesehatan. Kami baru sampai di Dinkes, mereka langsung teriak bilang yang baru tidak terima, ai… kasian kami ini sudah kerja dari tahun 2016 sebagai Nakes sukarela di Puskesmas. Hanya karena kemanusiaan, kami tetap kerja, tapi sekarang kami mau lamar teko, baru datang orang langsung tolak ni,” ujar salah satu pelamar yang tidak ingin disebutkan namanya.

Keluhan ini mewakili keluh kesah sebagian besar pelamar baru yang datang membawa surat lamarannya. Namun sayang, lamaran itu ditolak dinas berdasarkan instruksi dari BKPSDMD Belu.

Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE. M.Si yang dikonfirmasi menuturkan bahwa perekrutan Teko tidak terbatas untuk yang sudah bekerja sebagai tenaga kontrak saja. Perekrutan tenaga kontrak dibuka juga untuk yang baru.

“Jangan Tolak Lamaran. Siapa saja boleh melamar. Seleksi baru akan dilakukan nanti. Jadi, seleksi bukan dilakukan saat orang memasukkan lamaran, itu tidak benar,” jelas Sekda Belu. (Richi Anyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *