Share:

Belu, Kalam Batu – Seorang warga Beinoka016/004, Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu rela menjual tanahnya untuk biaya sekolah pendata bagi anaknya pada Bulan Maret 2019 silam.

Saat itu, sang penjual, Nikodemus Magang menjual sebidang tanah yang terletak di terletak di Motabuik, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan dengan luas 4.253 M2. Nikodemus menjual dengan harga Rp 250.000.000 kepada Shintya Dewi Sulayman, seorang warga yang tinggal di Jl. Sudirman No. 25 RT/RW 015/005, Kelurahan Kota, Kecamatan Kota Atambua.

Sebenarnya saat itu Shintya menolak untuk membeli tanah tersebut karena belum membutuhkan tanah. Namun, karena sang penjual, Nikodemus Magang terus membujuk Shintya supaya membeli dengan alasan membiayai keperluan biaya pendidikan anaknya sebagai Pendeta.

Karena merasa iba dengan alasan itu, maka Shintya pun sepakat membeli tanah tersebut. Namun pembelian tanah menggunakan metode cicilan.

Sepakat dengan itu, maka pembayaran pun dilakukan. Karena itu keduanya membuat klausul perjanjian.

Pembayaran pun mulai dilakukan sejak 11 Maret 2019 sampai dengan 25 Februari 2021 dengan total cicilan pembelian tanah yang telah diberikan terhadap tergugat adalah sebesar Rp.143.050.000.


Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *