Share:

Belu, Kalam Batu – Sebanyak enam sertifikat Tanah milik Awad bin Muhamad bersama lima orang anaknya raib di rumahnya sendiri di Jalan Apodeti, Kelurahan Rinbesi, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu sekitar Bulan Februari 2021.

Keenam sertifikat tanah itu berlokasi di Dusun Halikelen B, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Besarnya tanah sesuai dengan sertifikat itu pun berbeda-beda.

Berikut data keenam sertifikat yang hilang:

  • Awad bin Muhamad memiliki besaran tanah seluas 14.960 Meter persegi dengan nomor hak milik 924/2006,
  • Fadlon Awad memiliki besaran tanah seluas 20.000 Meter Persegi dengan nomor hak milik 922/2006,
  • Siti Sutarti Yati memiliki besaran tanah seluas 20.000 Meter Persegi dengan nomor hak milik 921/2006,
  • Fuad Awad memiliki besaran tanah seluas 19.940 Meter Persegi dengan nomor hak milik 914/2006,
  • Faizal Abdullah Awad memiliki besaran tanah seluas 19.945 Meter Persegi dengan nomor hak milik 913/2006,
  • Awad bin Muhamad dengan besaran tanah seluas 19.390 Meter persegi dengan nomor hak milik 906/2006.

Keenam sertifikat tanah tersebut ditaruh di dalam sebuah map berwarna merah. Namun, entah ditaruh di mana, sang Kakek sendiri sudah tak ingat lagi. Kakek 70 tahun tersebut sudah berusaha mencari keenam sertifikat itu, namun tak kunjung ditemukan.

“Saya lupa saya taruh di mana keenam sertifikat itu. Saya susah berusaha mencari selama satu bulan ini, tapi tidak dapat,“ ungkapnya kepada media ini, Jumat (18/6/2021). “Maklum saja, saya sudah pikun,” lanjutnya.

Setelah berusaha mencari, akhirnya sangat kakek, Awad bin Muhamad pun memutuskan untuk melaporkan kehilangan itu ke pihak pemerintah desa, Senin 12 Mei 2021.

“Karena cari sudah tidak dapat lagi, maka mau tidak mau saya harus laporkan kehilangan sertifikat itu ke kantor desa kemarin (12/3/2021.red),“ ucapnya.

Usai melaporkan ke pemerintah Desa Naekasa, dirinya juga segera melaporkan ke kantor polisi pada, Selasa (25/5/2021)

Dikatakan, dirinya sebenarnya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pertanahan. Menurutnya, untuk bisa menerbitkan ulang sertifikat yang hilang, maka salah satu syaratnya adalah dengan mempublikasikan melalui media. “Makanya, saya minta tolong untuk bantu publikasikan dulu,” ujarnya.

Awad bin Muhamad berharap, semoga dengan dipenuhi beberapa syarat, proses penerbitan ulang sertifikat tanah bisa lebih cepat. (Richi Anyan)


Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *