Belu, Kalam Batu – Bupati Belu dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu Drs. Aloysius Haleserens, MM melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL, Kamis (17/6/2021).

Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Belu didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Belu -Ny. Rinawati Br. Perangin Angin, SE,MM, bersama rombongan tersebut diterima secara tradisi adat ditandai dengan pengalungan kain adat dan diiringi tarian Likurai.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengetahui secara langsung permasalahan yang ada pada masyarakat sekaligus mencari solusi terbaik untuk permasalahan tersebut.

Pada awal kegiatan, Camat Raihat Arther H. Rinmalae, SP dalam laporannya menyampaikan kondisi Kecamatan Raihat dengan jumlah penduduk 15.043 jiwa. Luas wilayah 87.20 KM². Bidang Pembangunan rumah khusus sebanyak 200 unit di Desa Tohe. Adapun Pembangunan tembok penahan di Desa Tohe dan Desa Manumutin, penanganan drainase, bronjong dan tanggul penahan sepanjang Daerah Aliran Sungai Malibaka.

Selain itu, ada pula beberapa Posko Covid-19  Desa Tohe 3 Posko, Maumutin 2 Posko,  Desa Tohe Leten 1 Posko, Desa Asumanu 8 Posko, Desa Aitoun 1 Posko, Raihat 1 Posko. Ada pula Pembangunan SMAK St. Aloysius Gonzaga Haekesak.

Jumlah sekolah menurut tingkatan SD 14 unit, SLTP 4 unit, SLTA/SMK 1 unit. Berbagai hasil komoditi yang dihasilkan dibidang pertanian lahan basah dan lahan kering, peternakan dan hasil lainnya serta di bidang kesehatan terkait prevalensi stunting.

Bupati Belu dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM dalam sambutan mengatakan kunjungan kerja yang dilakukan hari ini bukan hanya sekedar acara seremonial saja. Pertemuan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Raihat.

Dijelaskan, kedatangan Bupati Belu bersama para pimpinan OPD terkait untuk menjelaskan program yang akan dilakukan. Masyarakat yang hadir dapat menyampaikan keluhan dan permasalahan yang dihadapi  serta usul saran untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti OPD terkait.

Selain itu, segala bentuk kegiatan dan pelayanan yang dialami di tingkat Kecamatan dapat dilaporkan kepada Pemerintah di tingkat Kabupaten.

Bupati mengharapkan agar Kepala Desa dapat menganggarkan Dana Desa untuk pembukaan lahan 1 Ha untuk hutan desa. Dengan begitu, kita akan memiliki 6 Ha hutan desa. Sebagai reward ke depan akan diberikan penghargaan setiap desa dan kelurahan.

Selain itu, desa dan kelurahan harus memiliki data yang akurat, karena ke depan seluruh pelayanan berbasis data. Oleh karena itu, data harus akurat baik Desa, Lurah dan Camat diharapkan dapat menyimpan data masyarakat dengan baik.

Di bidang kesehatan, dalam waktu dekat ini seluruh masyarakat dapat menikmati pengobatan gratis dengan menggunakan KTP. Tentunya seluruh masyarakat dapat menikmati pengobatan sesuai dengan standar kesehatan.

Bupati Belu juga mengingatkan agar Petugas Kesehatan dan para Camat harus tinggal di tempat tugasnya masing-masing agar dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Di bidang pendidikan, baik menyangkut kurikulum, kesejahteraan guru, jumlah guru, PAUD dan gedung sekolah maupun segala fasilitas lainnya agar diperhatikan, termasuk mendata siswa yang putus sekolah. Tujuannya agar segera di masukkan kembali ke sekolah masing-masing.

Hal ini dilakukan untuk menjadikan Belu menjadi lebih baik dan kompetitif dalam berbagai hal. Selain itu pemberian beasiswa agar didata kembali agar tepat sasaran sesuai kondisi dan keadaan masyarakat.

Menurut Bupati Belu, di bidang Pertanian sangat penting  menyangkut irigasi, pembangunan bendungan, penyediaan  pupuk organik dan persiapan lahan untuk musim tanam selanjutnya guna meningkatkan penghasilan masyarakat dengan berbagai hasil komoditi pertanian.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Belu Drs. Aloysius Haleserens, MM menambahkan hal yang menjadi momok bagi kita adalah data. Kita kadang menganggap remeh dan tidak mengadministrasikan secara baik. Hal ini banyak terjadi dan ditemukan diwilayah lain.

Berkaitan dengan pengobatan gratis, Wabup Belu berharap seluruh masyarakat dapat menikmati pengobatan gratis tersebut hanya dengan menggunakan KTP.

“Diharapkan para Kepala Desa agar selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di desa masing-masing. Sekali lagi data di berbagai bidang agar mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TP – PKK Kab. Belu -Ny. Rinawati Br. Perangin Angin, SE, MM, mengatakan dalam kunjungan kerja kali ini tentang PKK Kecamatan dan Desa wajib memiliki 4 Pokja dan harus ada program kerjanya masing-masing yang terukur, sehingga bisa berjalan.

“Kami berharap semua program kerja harus sesuai dengan Visi -Misi Bupati Belu. Selanjutnya Ketua TP-PKK Kabupaten Belu akan turun dan melihat secara langsung program apa saja yang telah dilakukan dan dijalankan. Untuk itu, diharapkan kerja sama kita tetap kita jaga.” pintanya.

Turut hadir dalam Kujungan Kerja Bupati Belu, Anggota DPRD Kab. Belu dari PKS – Melky Lelo, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, Pastor Paroki St. Aloysius Gonzaga Haekesak – Rm.Nikolaus Nahak Dalu, Pr, Camat Raihat, perwakilan TNI-POLRI, Kepala Desa se-Kecamatan Raihat, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Raihat. (Richi Anyan)

One thought on “Bupati dan Wakil Bupati Belu Kunker Ke Raihat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *