Share:

Belu, Kalam Batu – Bupati Belu dr. Agustinus Taolin membuka Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan se-Kabupaten Belu yang Ke-IV di GOR LA Bone, Rabu (30/6/2021). Kejuaraan tersebut dalam rangka memperebutkan Piala Bergilir Bupati Belu.

Sebelum melakukan  pertandingan, Para Pelatih dari perwakilan masing-masing Perguruan melakukan  Deklarasi damai. Hal ini sesuai dengan tema kegiatan yaitu “Melalui kejuaraan Pencak Silat, Kita Rajut Semangat Persaudaraan dan Sportivitas dalam Membangun serta Melestarikan Pencak Silat Sebagai Budaya Asli Bangsa Indonesia”.

Untuk diketahui, pertandingan Pencak Silat Antar Perguruan se-Kabupaten Belu ini diikuti oleh enam Perguruan yaitu Sera Panca Jaya, Tapak Sakti, Cendana Wangi, Pedjadjaran, PSHT, dan Perisai Diri.

Kejuaraan ini dibuat tanpa menghadirkan penonton. Hanya mereka yang memiliki ID Card sebagai atlet, Official, pelatih, dan panitia saja. Selain itu, protokol COVID-19 tetap menjadi acuan panitia perlombaan.

Ketegasan panitia dalam menerapkan protokol COVID-19 ini dibuktikan dengan terus mengingatkan para official dana para atlet yang belum bertanding untuk tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. Banyak penonton yang masuk tanpa ID Card terpaksa harus dikeluarkan oleh panitia.

Bupati Belu dr. Agustinus Taolin memberikan sambutan dalam acara pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan di GOR LA Bone, Rabu (30/6/2021)

Ketua IPSI Kabupaten Belu Benedictus Manek menjelaskan bahwa Pencak Silat merupakan salah satu budaya bangsa yang wajib dilestarikan. Karena itu, sebagai Anak bangsa, IPSI Belu terus berbenah diri dari waktu ke waktu. Terbukti, IPSI Belu terus mengirimkan Atlet terbaik untuk mengikuti berbagai ajang kejuaraan, baik di tingkat Provinsi NTT maupun di tingkat nasional.

Selain itu, IPSI Belu pun berhasil mempertahankan empat kali Juara Bertahan Popda Pelajaran tingkat Provinsi NTT. Selain tingkat provinsi, IPSI Belu juga berhasil mengirimkan salah satu Atlet dari enam atlet di provinsi NTT untuk mengikuti PON di Papua tahun 2021 ini atas nama Ronaldo Neno. Jika tidak ada halangan, maka PON di Papua nanti merupakan PON kedua yang diikuti oleh Ronaldo Neno.

Terkait dengan Kejuaraan Pencak Silat antar Perguruan ini, Pria yang akrab disapa Beni Manek itu menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung sebanyak empat kali secara berturut-turut.

Beni Manek pun menambahkan bahwa karena adanya pandemi COVID-19, maka para atlet yang akan berlaga di PON kekurangan jam bertanding untuk try out. Oleh karena itu, pada saat final Piala Bupati Belu nanti, keenam atlet bersama Pelatda akan datang ke Belu untuk try out dengan para jawara.

“Kami sudah pesan kepada mereka bahwa pelatih dan atlet yang akan datang ke Belu harus menunjukkan surat Rapit Antigen. Bila tidak ada suratnya, maka kita tolak,” ucapnya.

Terkait dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam kejuaraan Pencak Silat Bupati Belu tahun 2021, Ketua IPSI Belu menegaskan bahwa pihaknya akan secara ketat menerapkannya.

“Karena kita ini dimasa pandemi Covid-19 kami sangat menaati prokes covid-19 di antaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan meniadakan penonton. Yang diperbolehkan masuk ke GOR adalah atlet maupun para pelatih yang dikenakan kartu tanda pengenal,” tegas Benny Manek.

Sementara itu, Bupati Belu dr. Agustinus Taolin dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting. Sebab, dengan perlombaan, orang dapat mengevaluasi apa yang sudah dikerjakannya.

Diterangkan pula, hari ini walaupun dalam masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Belu terdapat peningkatan kasus, tetapi Bupati Belu mengharapkan penyelenggaraan kegiatan ini dengan tetap menerapkan standar prosedur kesehatan Covid-19.

“Kegiatan-kegiatan pesta yang mengumpulkan banyak orang dan tidak terlalu bermanfaat kita stop. Tetapi kita dukung kegiatan pembinaan dalam ukuran yang terukur,” Tegasnya.

Untuk tetap menjaga tidak menyebarnya Virus Corona, maka Bupati Belu meminta kepada semua atlet untuk selalu melakukan Rapit Antigen. Selain itu penerapan protokol kesehatan pada semua kegiatan pembinaan harus tetap dilakukan. Bupati juga meminta untuk peserta yang hadir tidak boleh melebih 50 persen kapasitas ruangan. Selain atlet, Bupati juga meminta kepada para pelatih, official, juri, wasit, dan seluruh panitia untuk melakukan Rapit antigen.

“Besok kita turunkan tim untuk melakukan Rapit antigen di sini. Setelah kejuaraan ini, bila ada yang merasa badan tidak enak, maka segera lakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Terkait jaminan bakat para atlet, Bupati Belum berjanji akan melakukan jenjang prestasi. Dan bagi yang berprestasi akan diberikan reward seperti pekerjaan, beasiswa, dan lain sebagainya.

“Tadi sudah dilakukan pengucapan janji, pegang teguh janji tersebut, karena janji itu merupakan salah satu ikrar yang telah dilakukan. Oleh karena itu kita harus jaga dengan menjunjung sportivitas. Kalah ya kalah, menang ya menang! Pemerintah tetap mendukung semua atlet, bahkan nanti akan diberikan jenjang prestasi kepada para atlet agar bisa direkrut untuk mendapatkan pekerjaan lainnya,” Bupati Belu. (Richi Anyan)


Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *