Share:

Kalam Batu – Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat mengungkapkan bahwa dirinya melakukan kunjungan ke Kabupaten Belu untuk melihat ratusan hektar lahan pertanian warga yang tidak ditanami tapi memiliki air. Dirinya sendiri datang ke Kabupaten Belu bukan untuk melihat pertandingan bola.

Hal ini diungkapkannya saat membuka Turnamen A. A Bere Tallo Memorial Cup perdana di Lapangan Weluli, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Rabu (10/8/2022).

Dikatakan bahwa ada beberapa kelompok masyarakat dari Kabupaten Belu Belu yang mendatanginya dan mengungkapkan bahwa ada 700-800 hektar lahan pertanian warga yang tidak ditanami. Karena itu mereka meminta Gubernur untuk meninjau langsung lokasi pertanian warga tersebut.

Saya sebenarnya tidak berniat untuk datang lihat orang main bola. Saya didatangi oleh beberapa kelompok untuk melihat langsung ada lahan, katanya sekitar 700 sampai 800 hektar yang tidak ditanam, airnya ada. Saya bilang daripada saya hanya dapat laporan, lebih baik saya pergi lihat sendiri,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Walau demikian, namun dirinya merasa sangat bersyukur karena dirinya bisa menikmati sebuah kesempatan yang sangat langka. Dirinya bersyukur karena bisa memperingati salah satu tokoh dan juga putra terbaik NTT yang mendirikan Kabupaten Belu dalam kondisi yang sangat sulit.

“Saya bersyukur bisa hadir di sini untuk menikmati sebuah kesempatan yang sangat langka, saya hadir di sini untuk juga memperingati senior saya, seorang tokoh yang luar biasa melahirkan Kabupaten ini, pastinya dalam kondisi-kondisi sulit tapi mampu untuk melewati walaupun dalam kondisi-kondisi yang sangat berat,” ucapnya.

Diungkapkan bahwa ada seorang antropolog budaya yang berasal dari Amerika. Ernes Backer namanya. Selama hidupnya, tidak banyak orang yang mengenalnya. Akan tetapi dirinya menjadi sangat terkenal setelah meninggal dunia karena konsep dalam buku yang ditulisnya dengan judul The Denial of Death atau Penyangkalan Kematian. “Tulisan dalam buku ini juga bermaksud, hari ini kita menolak kematian A. A Bere Tallo,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa ada dua model manusia yang hidup. Ada manusia yang hidup mengandalkan konsep atau manusia konsepsional dan ada manusia yang hidup hanya mengandalkan fisik. Manusia konsepsional ini akan tetap hidup walau jasadnya telah menyatu dengan bumi.

“Hari ini kita memberikan penghargaan kepada A. A Bere Tallo sebagai salah satu pemimpin sekaligus manusia konsepsional yang tidak akan pernah mati dan hidup sepanjang masa di dalam pikiran dan kehidupan kita sehari-hari,” ucapnya dengan lantang.

Untuk diketahui, Pembukaan A. A Bere Tallo dihadiri oleh Bupati dan Sekda Belu, Pimpinan DPRD Belu, Wakil Bupati Malaka, serta rombongan gubernur NTT. Pembukaan A. A Bere Tallo Memorial Cup juga mempertontonkan pertandingan pembuka antara Legen Persab Belu melawan para Imam Diosesan Keuskupan Atambua. (Richi Anyan)


Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *