Share:

Kalam Batu – Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, PR memberikan Sakramen Krisma kepada 1.201 orang Umat di Gereja Katedral Atambua, Selasa (20/9/2022).

Mereka yang menerima Sajram n Krisma itu merupakan Siswa-siswi dari beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Wilayah Paroki Katedral Atambua.

Penerimaan Sakramen Krisma ini merupakan rangkaian acara pemberian Sakramen Krisma hari kedua.

Pada hari sebelumnya (19/9/2022), Mgr. Dominikus Saku, PR memberikan Sakramen Krisma kepada 1.353 orang yang merupakan siswa-siswi SMP yang berada di Wilayah Paroki Sta. Maria Immaculata Katedral Atambua. Pemberian Sakramen Krisma ini merupakan kali pertama setelah tujuh tahun terakhir, tepatnya tahun 2016 silam.

Dalam kotbahnya, Uskup Atambua mengungkapkan sebuah peristiwa penting yang dituliskan dalam Kitab Kisah Para Rasul yang menceritakan setelah kebangkitan Kristus, para rasul hidup dalam ketakutan.

“Sesudah Tuhan Yesus bangkit mereka semua berkumpul di Kota Yerusalem siang hari mereka pergi bersembunyi, takut nanti mereka juga ditangkap. Malam hari mereka berkumpul lagi di ruang perjamuan Malam Terakhir, mereka berkumpul dan berdoa sampai hari ke-50 turunlah Roh Kudus dalam bentuk lidah lidah api,” kotbahnya.

Diungkapkan, ada dua peristiwa penting saat itu. Peristiwa pertama adalah peristiwa di mana turunnya Roh Kudus dalam bentuk lidah-lidah api di atas kepala para Rasul.

“Turunnya Roh Kudus sebagai cahaya, turunnya Roh Kudus sebagai kehidupan dari Allah, dan turunnya Roh Kudus sebagai bahasa cinta kasih dicurahkan di atas kita.

Peristiwa kedua adalah peristiwa Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya. Diungkapkan, Kristus Tuhan yang bangkit mendekati para murid juga di tempat yang sama di Ruang Perjamuan Malam Terakhir. Pada waktu itu, pintu-pintu semua terkunci, Tuhan Yesus hadir di tangan mereka dan mengucapkan “Salam damai sejahtera. Damai sejahtera bagi kamu”. Lalu Tuhan Yesus mengajar mereka tentang perutusannya lalu menghembusi mereka dan berkata “Terimalah Roh Kudus”.

Memaknai dua peristiwa itu, Mgr. Dominikus Saku, Pr mengungkapkan bahwa peristiwa hari ini merupakan perayaan Turunnya Roh Kudus di Gereja Sta. Maria Immaculata Katedral Atambua. “Gereja Katedral sering diliputi kegelapan karena dosa kita terlalu banyak. Tingkah laku kita yang tidak sepadan terlalu banyak. Iman mati di dalam kehidupan kita, maka Gereja diliputi kegelapan. Sering kali juga hidup Allah kita terlantarkan. Karena itu, kita membutuhkan Roh Kudus supaya hidup kita kembali disegarkan”.

Dikatakan, sering kali, bahasa umat tidak berpadanan dengan bahasa Roh. Bahasa Roh tidak pernah tampak di dalam kehidupan umat. “Kita Terima Roh Kudus supaya kita dicerahi kembali, dibawa kembali kepada kehidupan Ilahi dan diberi arahan supaya kita menggunakan hidup kita secara patut sebagai putra-putri Tuhan,” tandanya.

Kotbah Uskup Atambua ditutup dengan kesaksian tentang peran tujuh karunia Roh Kudus dari para penerima Sakramen Krisma dalam kehidupan nyata mereka.

Cara dilanjutkan dengan penerimaan Sakramen Krisma dalam perayaan Ekaristi Kudus. Para penerima Sakramen Krisma yang maju dengan lilin menyala di tangan, berlutut di hadapan Uskup dan Para Imam untuk dicurahkan Roh Kudus. Mereka juga diurapi dengan minyak Krisma.

Untuk diketahui, 1.201 orang siwa berasal dari SmK Surya Atambua, SMA Negeri Atambua, SMA Bina Kayra Atambua, SMKN III Atambua, dan beberapa sekolah lainnya. (Richi Anyan)


Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *